Senin , 23 Oktober 2017
UPDATE INFO

MEMBANGUN DATABASE PEMBANGUNAN PERTANIAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

(Arahan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah dalam Peluncuran Pengembangan Sistem Aplikasi e-Bangtan)

Perencanaan adalah tahapan paling penting dalam pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan. Untuk mencapai target tersebut, pastinya dibutuhkan data yang baik dan memadai baik dalam bentuk table atau peta (spasial). Namun tidak semua memiliki data yang disajikan secara spasial atau dalam bentuk peta. Padahal, penyajian secara spasial adalah penting dalam rangka mempermudah melakukan analisis secara keruangan.

Dalam sepuluh tahun terakhir ini Sistem Informasi Geografis (SIG) yang berbasis komputer semakin populer dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan analisis spasial. Untuk menyebut istilah Sistem Informasi Geografis ada yang lebih senang dengan sitilah Sistem Informasi Keruangan, Sistem Analisis Data Keruangan, Sistem Informasi Sumberdaya Alam, Sistem Informasi Geologis.

Pada dasarnya semua istilah atau sebutan tersebut merujuk pada penggunaan komputer dalam pengolahan data yang berbasis keruangan dan terikat dengan letak dan atau lokasi. Pada awal perkembangannya, SIG hanya diartikan sebagai satuan tata cara yang digunakan untuk menyimpan, mengelola, menganalisis data yang terkait dengan ruang dipermukaan bumi yang dikerjakan secara manual (konvensional). Selanjutnya sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komputer, berkembang pula teknologi sistem informasi geografi. Pembuatan peta tidak hanya digambar dalam sejumlah peta-peta tematik yang terpisah-pisah, tetapi dimungkinkan peta-peta tematik tersebut di-overlay-kan atau ditumpangsusunkan antara peta tematik yang satu dengan peta tematik yang lain dan menghasilkan peta analitik baru yang melahirkan informasi yang lebih kaya.

Data dan informasi pembangunan pertanian telah banyak disediakan, yang menjadi tantangan adalah mencari cara bagaimana: (i) data dan informasi itu tersedia lestari, diperbaharui secara periodik, serta dapat diakses dengan cepat dan mudah, (ii) masyarakat luas mengetahui keberadaanya dan memahami isinya sesuai dengan keperluannya, (iii) meningkatkan nilai tambah data sebagai sumber data dan informasi lainnya, dan (iv) menjadi acuan dalam kebijakan pembangunan pertanian yang adil dan terintegrasi. Keempat tantangan itu dijawab dengan pembangunan dan pengembangan sistem informasi pembangunan pertanian di kabupaten Lombok Tengah yang berbasis geospasial.

Semoga sistem (aplikasi) ini yang juga merupakan proyek perubahan yang digagas oleh Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Sdr. Taufikurrahman Pua Note, yang juga menjaddi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan Diklatpim III Provinsi Nusa Tenggara Barat, Angkatan 2  Tahun 2017 dapat menjadi inovasi dalam menjalankan tugasnya memfasilitasi perencanaan pembangunan pertanian yang lebih berkualitas an akuntabel.

Semoga inovasi ini dapat membawa kebaikan alam membangun pertanian di Gumi  Tatas Thu Trasna yang sama-sama kita cintai.

Praya, 11 Juli 2017

Kepala Dinas Pertanian

Kabupaten Lombok Tengah

Lalu Iskandar, SP., MM.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*