Selasa , 17 Juli 2018
UPDATE INFO

Sertifikasi Benih: Menjamin Ketersediaan Benih yang Andal dan Bermutu

Pada masa lalu petani di pulau Lombok menggunakan benih dari tanamannya sendiri dan seringkali benih tersebut diambil dari biji-biji yang tidak laku dijual sebagai konsumsi. Akan tetapi, atas dasar pengalaman bahwa benih yang tidak baik akan menyebabkan pertumbuhan tanaman yang kurang memuaskan dan hasilnyapun tentu tidak seperti yang diharapkan, maka terbukalah pemikiran untuk memilih dari hasil panen tersebut biji-biji yang baik yang akan digunakan untuk benih pada tanaman pertanian.

 

Dewasa ini, dengan semakin meningkatnya intensitas pelaksanaan intensifikasi, yang  berarti makin meningkatnya investasi dibidang usaha tani, maka dirasa perlu oleh petani untuk mendapatkan informasi yang tepat tentang benih yang mereka tanam. Informasi itu tidak hanya kebenaran dari jenis atau varietas yang dimaksud, tetapi menyangkut mutu benih yang lainnya yang selalu dikehendaki prima, dan harus jelas tercantum pada label yang harus disertakan pada setiap kelompok benih yang diperdagangkan. Dalam kejelasan pada label tersebut tercakup kesatuan pendapat tentang pengertian mutu. Selain itu, bahwa informasi yang tertera pada lebel harus dapat ditinjau kembali karena semua dilakukan berdasar pada  prosedur yang baku.

Pengawas Benih memeriksa kondisi tanaman calon benih padi

Sehubungan dengan pengadaan benih unggul bermutu bagi para petani, maka harus ada jaminan dari fihak pemerintah dalam mendapatkan benih yang bermutu atau benar (murni) sesuai dengan sifat-sifat varietas unggul yang dikehendaki. Untuk ini perlu adanya sertifikasi benih melalui suatu sistem atau mekanisme pengujian benih secara  berkala untuk mengarahkan, mengendalikan, dan mengorganisasikan perbanyakan dan  produksi benih.

“Sertifikasi benih”

adalah cara pemberian sertifikat atas cara  perbanyakan, produksi dan penyaluran benih sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh Departemen Pertanian Republik Indonesia.

Memeriksa keseragaman malai dan bulir padi

Tujuannya

adalah memelihara kemurnian mutu  benih dari varietas unggul serta menyediakan secara kontinyu kepada petani. Sedangkan

benih bersertifikat

adalah benih yang pada proses produksinya diterapkan cara dan persyaratan tertentu sesuai dengan ketentuan sertifikasi benih.

Keuntungan

menggunakan benih bersertifika, antara lain adalah : (1) keturunan benih diketahui, (2) mutu benih terjamin, (3) kemurnian genetik diketahui, (4) penggunaan benih lebih hemat, (5) pertumbuhan benih seragam, (6) masak dan panen serempak, dan (7)  produksi tinggi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*